Pelunasan pajak dalam tahun pajak berjalan merupakan angsuran pajak yang
dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak (dikreditkan) terhadap Pajak Penghasilan
yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan. Kredit pajak hanya boleh
diperhitungkan untuk Pajak Penghasilan yang tidak bersifat final.
Menurut KUP Pasal 1 ayat 22 dinyatakan bahwa Kredit Pajak untuk Pajak
Penghasilan adalah pajak yang dibayar sendiri oleh Wajib pajak ditambah dengan
pokok pajak yang terutang dalam Surat Tagihan Pajak karena Pajak Penghasilan
dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar, ditambah dengan pajak yang
dipotong atau dipungut, ditambah dengan pajak atas penghasilan yang dibayar atau
terutang di luar negeri, dikurangi dengan pengembalian pendahuluan kelebihan
pajak, yang dikurangkan dari pajak yang terutang.
Pajak Penghasilan yang dapat dikreditkan di antaranya adalah:
1. Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21)
Pajak Penghasilan pasal 21 adalah pajak penghasilan yang dipotong
(serta disetor dan dilaporkan) sehubungan dengan pekerjaan, jabatan, jasa atau
kegiatan yang diterima atau diperoleh hanya oleh Wajib pajak Orang Pribadi
dalam negeri.
2. Pajak Penghasilan pasal 22
Pajak Penghasilan pasal 22 adalah pajak penghasilan yang dipungut oleh
bendaharawan atau badan lain yang ditunjuk sehubungan dengan pembayaran
atas penyerahan barang, melakukan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha
di bidang tertentu.
3. Pajak Penghasilan pasal 23
Pajak Penghasilan pasal 23 adalah
pajak penghasilan yang dipotong
(serta disetor dan dilaporkan) sehubungan dengan penghasilan yang diterima atau
diperoleh atas menggunaan modal (Capital Income) dan penghasilan sehubungan
dengan jasa yang diterima oleh Wajib pajak Badan dan BUT.
4. Pajak Penghasilan pasal 24
Pajak pengahsilan pasal 24 adalah pajak yang dibayar atau terutang di
luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh oleh
Wajib pajak dalam negeri.
5. Pajak Penghasilan pasal 25
Pajak pengahsilan pasal 25 adalah angsuran pajak tahun berjalan yang
harus dibayar sendiri oleh Wajib pajak untuk setiap bulannya. Dalam hal ini
termasuk pajak yang dibayar atas Wajib pajak Orang Pribadi yang bertolak ke
luar negeri.

https://www.karyaone.co.id/